Kota yang berkelanjutan tidak akan pernah terwujud jika tidak ada perencanaan dan perancangan pada suatu kota. Bisa jadi, walikota merangkap menjadi sebagai perancang kota. Maka, perancang kota harus mewujudkan visi kota yang berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan penduduk kota terhadap kendaraan bermotor. Tentu masalah ini tidak bisa dipecahkan secara pendekatan incremental , karena pendekatan ini tidak menyelesaikan permasalahan yang mendasar, tetapi harus lebih menyeluruh. Kota yang berkelanjutan di masa depan divisualisasikan sebagai kota terpusat yang dihubungkan dengan jalur transit dan berorientasi pada pejalan kaki atau pesepeda. Berorientasi pada Pejalan Kaki dan Pesepeda Penggunaan Transportasi Umum Massal Berdasarkan pendekatan teoritis yang telah dikemukakan oleh Peter Newman dan John Kenworthy dari studi kasus kota-kota dunia, bahwa perancang kota harus melakukan tahapan yang dapat mewujudkan kota yang berkelanjutan, yaitu : ...
Biarlah perjalanan yang memberikan ceritanya