Langsung ke konten utama

Apa yang disebut Kota Berkelanjutan?

Oke, baik guys.. tulisan pertama ini aku mau cerita tentang Kota Berkelanjutan. Maybe kamu sering denger tentang "Kota Berkelanjutan", apalagi bagi kamu-kamu yang kuliah di jurusan Planologi atau Perencanaan Wilayah Kota pasti sudah tau donk.. tentang hal ini. Tetapi, bagi yang lain ada juga yang belum tau tentang kota berkelanjutan. So, hari ini saya akan bahas tentang kota berkelanjutan dari sumber buku yang saya baca.
 
Menurut Peter Newman dan John Kenworthy, Kota yang berkelanjutan itu yang seperti apa sih? jadi Kota yang berkelanjutan itu adalah kota yang memiliki konsep pengembangan dengan tujuan utama meningkatkan kualitas lingkungan & ekonomi yang lebih baik, juga  melibatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunannya. So, kalo disederhanakan, kota berkelanjutan itu merupakan sebuah konsep yah guys.. konsep buat ngembangin sebuah kota. Nah.. sebenernya banyak konsep-konsep buat ngembangin kota, cuma di era global saat ini, konsep berkelanjutan itu menjadi pilihan yang cukup bijak, karena kita tau, bahwa dunia sedang mengalami penurunan kualitas lingkungan. Keberlanjutan ini akan terlihat ketika sebuah kota mengangkat nilai-nilai lokal yang bemakna global. 

Sebuah kota dapat dikatakan sustainable kalo dalam sistem tata kotanya bisa mengurangi  konsumsi lahan, energi, air, dan mengurangi produksi limbah, mau itu limbah padat atau cair, juga mengurangi polusi. Sekaligus akan meningkatkan livabilitas termasuk kesehatan, pekerjaan, pendapatan, perumahan, kegiatan waktu luang, aksesibilitas, ruang publik pada masyarakat di kota tersebut. Contoh kota yang sudah dianggap berkelanjutan adalah Zurich, Singapura, Stockholm, Vienna, London dan masih ada lagi kota- kota lainnya. Maybe next akan aku bahas, kenapa kota-kota tersebut dianggap sustain.


 Kota Zurich - Swiss
Kota Singapura

Nah.. berarti untuk mencapai sustain itu butuh proses yah.. dan ini bukan pekerjaan rumah pemerintah saja, tetapi semua lini itu harus memahami dan memiliki visi yang sama. Jika pemerintah sudah merencanakan kotanya buat sustain, tapi masyarakatnya tidak berfikir kesana.. maka aturan hanya sebatas narasi, kebijakan hanya sebatas wacana. Butuh kerjasama masyarakat dalam mewujudkannya. Sehingga semua pihak harus punya pemahaman yang sama. Begitupula, jika masyarakatnya menginginkan keramahan lingkungan, keberlanjutan, tetapi pemerintahnya tidak memiliki visi kesana, maka tidak akan bisa terwujud. Karena kota itu adalah sebuah sistem, yang mana ada pimpinannya, masyarakat, wilayah yang semuanya itu dalam kepengaturan sebuah kepemimpinan kepemerintahan.

So, kalo kita jadi masyarakat yang bijak, maka coba ikut memahami apa yang direncanakan oleh pemerintah, sehingga kita bisa ikut memantau bagaimana keberjalanan kota kita. Sebaliknya pemerintah harus donk merangkul masyarakat untuk sama sama menjalankan rencana yang sudah ditetapkan.


SUMBER :
Newman, Peter W.G., Kenworthy,
Jeffrey R. 1999. Sustainability and Cities: Overcoming Automobile Dependence.
Island Press : Washington, D.C., USA,
https://elshinta.com/news/79015/2016/09/15/berikut-sepuluh-kota-dengan-tingkat-berkelanjutan-tertinggi-di-dunia
 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksesibilitas dalam Perancangan Kota - Street VS Road

Kali ini, gue akan mengulas bagaimana Aksesibilitas bermain dan berperan menjadi sebuah prinsip perancangan kota. Thanks sebelumnya, udah singgah... Daya tarik kota di masa mendatang akan sangat luar biasa, dimana akan terjadi migrasi besar-besaran ke kota, bahkan prediksi PBB yang dibahas dalam buku City Building menyatakan pada tahun 2030 penduduk kota akan menghasilkan hampir dua pertiga populasi dunia, dan setiap hari di seluruh dunia puluhan ribu orang pindah ke daerah kota . Sehingga tanpa disadari atau tidak akan tercipta banyak tantangan dan persoalan yang cukup pelik dalam keberlangsungan sebuah kota. Adanya prinsip perancangan kota yang digagas oleh Kriken dan ahli perencana atau perancang kota tentu sangat penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Salah satunya adalah Prinsip Aksesibilitas. Menurut Kriken, bahwa Aksesibilitas merupakan salah satu prinsip perancangan kota yang sangat penting , karena berhubungan dengan pergerakan manusia dan barang. Apalagi t...

Wajah Kota dapat dirubah gak ya??

Hai Ruangers... Kali ini aku akan menulis lagi soal kota. Oke, tulisan ini diawali dari pertanyaan "Apakah wajah kota dapat dirubah?" Sebuah kota kadang nampak indah,rapih.. tetapi ada juga yang tampak buruk dengan berhiaskan sudut-sudut kekumuhan. Namun, taukah kamu bahwa wajah kota atau citra kota dapat dirubah? alias disulap dari suasana yang sumpek, panas, kumuh, penuh emosi, berubah menjadi suasana yang adem, resik, dan tertata. Oke, buktinya ada sebuh kota yang mampu membenahi diri. yok, kita main-main dulu ke luar deh yah.. walaupun belum pernah kesana, tapi seenggaknya kita tau kalau ada kota diluar sana yang telah berhasil menjadi kota yang elok. So, Tulisan ini akan menjelaskan bagaimana sebuah kota dapat berubah dari kota yang terpuruk, keras dan tidak ingin ditinggali menjadi kota yang sangat menyenangkan. Satu kuncinya, dengan mendalami "Urban Culture". Kamu tau kan Chicago? yang sering disebut The Windy City, alias kota yang anginnya kenceng ban...